Catatan Polem | Ferdian A. Majni
sekonyong-konyong purnama menghilang dari peraduannya
dalam perjalanan pongah aku bersaksi
menghitung seribu hati masih terpasung nista
tatkala jiwa-jiwa yang merana akan berkelana
tatkala raga-raga yang berontak akan berwatak
menengadah topeng-topeng itu pada fatamorgana yang tak berwatas, pada perempuan-perempuan yang bertelanjang di dalam birahi. Mengusik tafsir iman yang terkungkung dalam sanubari.
jika mendung berganti rinai hujan. Semesta memangutku diam dalam murka yang datang silih berganti.
maka kurangkul mereka dalam permadani cinta. Yang terajut dari kesederhanaan, kebersamaan pada sajak-sajak tak bertuan. Biarkan aku melukis kebahagian di garis-garis telapak tangan dan kaki mu.
hanya untuk bertasbih dalam bayang-bayang negeriku ini.
hanya untuk bertasbih dalam bayang-bayang negeriku ini.
Banda Aceh, 6 Januari 2012
0 komentar:
Posting Komentar